Pemuda Hidayatullah Kepri

Bedah Tema Rakerwil Pemuda Hidayatullah Kepulauan Riau

Disampaikan oleh KH. Jamaluddin Nur, M.Pd. (Ketua Badan Pembina Kampus Utama Hidayatullah Batam) disela-sela Rapat Kerja Wilayah

Progresif (Selalu ada Progres, ada yang bisa dinilai, diukur untuk perubahan kedepan)

Diskursus (Bahasa Filsafat) berlari bolak balik dan memiliki tujuh arti;

Pertama, Rasionalitas yaitu tingkat intelektualnya tinggi, ukuran untuk mencerdaskan ummat mereka sudah tauDari mana itu? Berawal dari Iqra’. Membangun rasionalitas adalah kesadaran yang rasional terhadap dirinya sebagai hamba Allah, carilah tempat yang rawan dan perawan untuk membangun Peradaban Islam, kekuatan pemuda ada pada Iqro’.

Kedua, cara mengorganisir pemikirankekuatan pemikiran itu bisa memindahkan gunung sekalipun. Merangkum pengalaman-pengalaman pendahulu dalam memperjuangkan islam, sehingga akulturasi pemikiran itu terangkum hingga menjadi konsep.

Ketiga, Pemuda harus senantiasa mengambil kesempatan dan melatih diri dalam mengelola organisasi ini sebagai lembaga dakwah, mulai dari jabatan paling bawah hingga menjadi pemimpin tertinggi.

Keempat, memunculkan gagasan secara formal (baik ucapan maupun tertulis) “Belajar publik speaking dengan pengucapan yang benar”

Kelima, bahasan (ada rencana atau program yang didiskusikan)

Keenam, pengungkapan pemikiran secara formal dan teratur.

Ketujuh, wacana (planning/konsep).Apakah Peradaban Islam itu bisa di bumikan karena ada konsep, tempat dan individu pengelola dan yang dikelola.

“Pemuda Harus Aktif, Progresif, Revolusioner dan Beradab” dan Pemuda adalah Peraga Peradaban Islam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *